i make this for kampus fiksi challengge, kalimat pertama.
aku suka novel itu karena novel itu bercerita tentang cwe yang lagi putus asa karena dy gak secantik sahabatnya dan dy iri. tapi ajaibnya ada satu cowok yang bisa liat kegilaan dy sebagai sesuatu yang menarik. dan cowok ini juga bisa liat cantiknya dy, in her own way. so sweet right?
kadang utk bisa melihat keindahan, kamu hanya perlu benar-benar melihat dari arah yg bnr. dan melegakan ktika ada satu orang saja yang bisa melihat keindahan kita, yang kadang tak bisa orang lain atau bahkan diri kita sendiri lihat.
pun dengan mendengar, untuk mengerti kamu harus mendengar dalam tenang, agar kebenaran tidak terendam dalam hiruk pikuk keramaian.
so this is it,
ps: it's my first time, never done this before, so please do not laugh, well maybe u can laugh silently? *grin*
EVERYTHING WILL JUST FINE IF MAN COULD LISTEN
Mata, hidung, bibir. Jess menggambar wajah ditangannya. Alex terdiam
mematung..
Jessica Lunarra, a girl with thousand “little” wish.
Alexander Atmaja, a man with exact direction in his life.
Being the reason of Jessica’s smile.
For Alex there’s something
magical in her smile.
(this
man clearly loved that girl so much.. what a perfect love story! boring? Come
on this is just the beggining)
Today Jessica has a little wish.
(again)
Her wish is to re-create Alex’s face.
(okay,
normal people would take a pic. Quick and easy. But this is Jessi. She always has
her own way to do things. Well.. She’s not a normal girl anyway, especially for
Alex. Jessi is his fiancee, she’s just not knwoing it YET. But soon! Feeling
exitced now? you guys really love drama huh? Roger that..)
“Diem Lexi.. jangan gerak-gerak dong” protes Jessica
“Argh.. pegel ci..”
“Lexi gitu ih..”
“Sini gantian” dengan cekatan ia menggambar tiga garis coretan di pipi
Jessi. “meong..” Goda Alex. Sialnya kejailan Alex kali ini gagal membuat Jessi
kembali ceria.
(Ups..
Look like you doing wrong Alexander.. it is bad, say you are sorry now, go go!)
“kok malah sedih gitu ci.. sorry..” sesal Alex.
“Lexi, besok aku ultah ya, aku benci ultah”
(uh-oh
dramas in the air..)
Alex is going to pop the question tomorrow. In her bithday. But the
thing is Jessica really NOT loving her birthday. And she’s has a reason.
(Boy..
you better be careful, if you mess up this, Jessica will have more reason to be
upset.. no magical smile for you.. sorry)
“pada komen lagi? Tahun kemarin kurang blackforestnya? Traktiran
steaknya kurang mahal lagi?”
“kok jadi sinis gitu kamunya hih..”
“hehe.. Cici, sorry kamu jadi bulan-bulanan, dulu aku egois dan gak
dengerin kamu”
“emang dari dulu aku kan udah bilang, tapi gak kamu dengerin, malah
rayain, anak sini tuh gak bakal puas, yang ada malah manfaatin ultahku biar
mereka bisa makan gratis, ngucapin selamat aja mereka engga tapi mintanya
macem-macem, kalo diturutin ntar minta yang lebih mahal lagi tahun depannya. Yang
paling nyebelin kalo udah kenyang pada “lupa” bilang makasih. Mau gitu terus?”
“gak, aku janji tahun ini bakal beda, kamu bakal suka. Janji. kita
rayain nya gimana? aku dengerin”
“Lexi.. udah berapa kali aku bilang, aq cuma pengen cupcake/tart kecil
yang bisa kita habisin berdua, terus kita dinner bareng, udah..”
“tapi ntar kamu dibilang pacaran ama cowok kere hayo?”
“bodo amat, lagian, cowok mereka sendiri aja belum tentu mau bayarin
mereka makan disitu. MEREKA LEBIH SERING DIJAJANIN KAMU, TETEP BILANG KAMU KERE,
BIAR KAMU JAJANIN YANG LEBIH MAHAL, KAMU JADI ORANG JANGAN BAIK BANGET NAPA
HIH”
“iya iya duh gak usah ngambek gitu ntar aku cubit nih”
“yang ultah aku yang keturutan ini itu mereka.. Wah Lexi besok traktir
dimana nih? Ganti dong bosen disitu mulu, BLAH bitches”
“hahaha jahat”
“kenyataan”
“haha.. iya.. eh aku pulang ya udah malem, besok tungguin.. pokoknya
tahun ini bakal perfect”
“hmm.. ya udah ati-ati pulangnya, ntar bilang kalo udah nyampek”
“siap..”
What happened in Jessi birthday’s for last 2 year was suck, too suck
so Jessi couldn’t told Alex by herself.
(Thanks
God there’s me, Sophie, who have a gut to told him, the suck and bitter truth..
well, that’s part of best friend duty..)
Knowing the truth, Alex realize that his way to Loving Jessi was a
little bit too sweet. It’s perfect to making people jealous then bullied Jessi.
Alex regret it so bad that’s his sweet gifts turn to poisoning her so hard.
When he gave her a big Teddy Bear, they said that Jessi is childish.
(the Teddy bear is really big and cute. This is not about childish. It’s
TOTALLY envy.)
When he gave her a nice silver necklace and a pair of earring, they
said Jessi should asking for more precius gift, like gold maybe.
(those jewelry came in shape of Hello Kitty, so why they not calling
it childish again? Oh right, those bitches was SO creative in bullying people)
And there’s so many other gifts, so they said Jessi is matrealistic.
(really??
that’s NOT your bussiness anyway)
even when Jessi buy thing in her own, they said she is lied to them.
(SEE?)
Normally Alex is such a gentleman. But this year, fuck it all. No more
fancy cake. No more big bucket of white roses. No more fancy treat. No more
“showing” gifts. NOT THIS YEAR. THIS YEAR IS GOING TO BE ALL ABOUT HER. AND
AHEM.. ALEX.
(sorry,
bitches! Please be ready to jealous.. again.. like FOREVER..)
The
day..
Pasangan
itu duduk berhadapan di sudut restoran klasik, mereka menikmati makan malam dengan
damai. Di tengah meja nampak sebuah kotak kue kecil berpita pink.
“gimana
hari ini ci?”
“eum
sepi, nyenengin!”
“suka?”
Jessica
tersenyum, “banget.. makasih Lexi udah wujudin ini”
“eit
tunggu dulu”
“knp?”
“tuh..
kue nya dianngurin, buka gih, tiup lilin terus make a wish..”
“cupcake
strawberry kesukaanku.. Yeiy!!”
“haha
sini aku pasang lilinnya”
Jesssica
pun meniup lilin lalu matanya terpejam, membisikan harapann dalam diam..
“hehe
udah.. yuk kita makan kuenya.. cepet-cepet”
Tak
sabar Jessi memotong cupcake itu namun Alex tiba-tiba berteriak.
“liat
itu itu!”
“hah?
apa?
“itu
ada sesuatu, ambil coba”
Ada
kilau di dalam cupcake itu..
Cincin
cantik diantara coklat yang pahit namun manis. Cincin yang nampaknya semungil
jari manis Jessi.
“Lexi..
ini..”
“sst..
kali ini kamu yang dengerin aku.. will you marry me Jessica Lunarra?”
(don’t
worry guys.. she said it Hell yes!)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar