Minggu, 02 Maret 2014

EHEM..

i make this for kampus fiksi challengge, kalimat pertama. 
aku ambil kalimat pertama cerpen ini dari novel Sue Limb "Girl, 15 Charming but Insane".
aku suka novel itu karena novel itu bercerita tentang cwe yang lagi putus asa karena dy gak secantik sahabatnya dan dy iri. tapi ajaibnya ada satu cowok yang bisa liat kegilaan dy sebagai sesuatu yang menarik. dan cowok ini juga bisa liat cantiknya dy, in her own way. so sweet right?
kadang utk bisa melihat keindahan, kamu hanya perlu benar-benar melihat dari arah yg bnr. dan melegakan ktika ada satu orang saja yang bisa melihat keindahan kita, yang kadang tak bisa orang lain atau bahkan diri kita sendiri lihat.
pun dengan mendengar, untuk mengerti kamu harus mendengar dalam tenang, agar kebenaran tidak terendam dalam hiruk pikuk keramaian.
so this is it,
ps: it's my first time, never done this before, so please do not laugh, well maybe u can laugh silently? *grin* 



EVERYTHING WILL JUST FINE IF MAN COULD LISTEN 

Mata, hidung, bibir. Jess menggambar wajah ditangannya. Alex terdiam mematung..
Jessica Lunarra, a girl with thousand “little” wish.
Alexander Atmaja, a man with exact direction in his life.
Being the reason of Jessica’s smile.
For  Alex there’s something magical in her smile.
(this man clearly loved that girl so much.. what a perfect love story! boring? Come on this is just the beggining) 
Today Jessica has a little wish.
(again)
Her wish is to re-create Alex’s face.
(okay, normal people would take a pic. Quick and easy. But this is Jessi. She always has her own way to do things. Well.. She’s not a normal girl anyway, especially for Alex. Jessi is his fiancee, she’s just not knwoing it YET. But soon! Feeling exitced now? you guys really love drama huh? Roger that..)
“Diem Lexi.. jangan gerak-gerak dong” protes Jessica
“Argh.. pegel ci..”
“Lexi gitu ih..”
“Sini gantian” dengan cekatan ia menggambar tiga garis coretan di pipi Jessi. “meong..” Goda Alex. Sialnya kejailan Alex kali ini gagal membuat Jessi kembali ceria.
(Ups.. Look like you doing wrong Alexander.. it is bad, say you are sorry now, go go!)
“kok malah sedih gitu ci.. sorry..” sesal Alex.
“Lexi, besok aku ultah ya, aku benci ultah”
(uh-oh dramas in the air..)
Alex is going to pop the question tomorrow. In her bithday. But the thing is Jessica really NOT loving her birthday. And she’s has a reason.
(Boy.. you better be careful, if you mess up this, Jessica will have more reason to be upset.. no magical smile for you.. sorry)
“pada komen lagi? Tahun kemarin kurang blackforestnya? Traktiran steaknya kurang mahal lagi?”
“kok jadi sinis gitu kamunya hih..”
“hehe.. Cici, sorry kamu jadi bulan-bulanan, dulu aku egois dan gak dengerin kamu”
“emang dari dulu aku kan udah bilang, tapi gak kamu dengerin, malah rayain, anak sini tuh gak bakal puas, yang ada malah manfaatin ultahku biar mereka bisa makan gratis, ngucapin selamat aja mereka engga tapi mintanya macem-macem, kalo diturutin ntar minta yang lebih mahal lagi tahun depannya. Yang paling nyebelin kalo udah kenyang pada “lupa” bilang makasih. Mau gitu terus?”
“gak, aku janji tahun ini bakal beda, kamu bakal suka. Janji. kita rayain nya gimana? aku dengerin”
“Lexi.. udah berapa kali aku bilang, aq cuma pengen cupcake/tart kecil yang bisa kita habisin berdua, terus kita dinner bareng, udah..”
“tapi ntar kamu dibilang pacaran ama cowok kere hayo?”
“bodo amat, lagian, cowok mereka sendiri aja belum tentu mau bayarin mereka makan disitu. MEREKA LEBIH SERING DIJAJANIN KAMU, TETEP BILANG KAMU KERE, BIAR KAMU JAJANIN YANG LEBIH MAHAL, KAMU JADI ORANG JANGAN BAIK BANGET NAPA HIH”
“iya iya duh gak usah ngambek gitu ntar aku cubit nih”
“yang ultah aku yang keturutan ini itu mereka.. Wah Lexi besok traktir dimana nih? Ganti dong bosen disitu mulu, BLAH bitches”
“hahaha jahat”
“kenyataan”
“haha.. iya.. eh aku pulang ya udah malem, besok tungguin.. pokoknya tahun ini bakal perfect”
“hmm.. ya udah ati-ati pulangnya, ntar bilang kalo udah nyampek”
“siap..”
What happened in Jessi birthday’s for last 2 year was suck, too suck so Jessi couldn’t told Alex by herself.
(Thanks God there’s me, Sophie, who have a gut to told him, the suck and bitter truth.. well, that’s part of best friend duty..)
Knowing the truth, Alex realize that his way to Loving Jessi was a little bit too sweet. It’s perfect to making people jealous then bullied Jessi. Alex regret it so bad that’s his sweet gifts turn to poisoning her so hard.
When he gave her a big Teddy Bear, they said that Jessi is childish.
(the Teddy bear is really big and cute. This is not about childish. It’s TOTALLY envy.)
When he gave her a nice silver necklace and a pair of earring, they said Jessi should asking for more precius gift, like gold maybe.
(those jewelry came in shape of Hello Kitty, so why they not calling it childish again? Oh right, those bitches was SO creative in bullying people)
And there’s so many other gifts, so they said Jessi is matrealistic.
(really?? that’s NOT your bussiness anyway)
even when Jessi buy thing in her own, they said she is lied to them.
(SEE?)
Normally Alex is such a gentleman. But this year, fuck it all. No more fancy cake. No more big bucket of white roses. No more fancy treat. No more “showing” gifts. NOT THIS YEAR. THIS YEAR IS GOING TO BE ALL ABOUT HER. AND AHEM.. ALEX.
(sorry, bitches! Please be ready to jealous.. again.. like FOREVER..)
The day..
Pasangan itu duduk berhadapan di sudut restoran klasik, mereka menikmati makan malam dengan damai. Di tengah meja nampak sebuah kotak kue kecil berpita pink.
“gimana hari ini ci?”
“eum sepi, nyenengin!”
“suka?”
Jessica tersenyum, “banget.. makasih Lexi udah wujudin ini”
“eit tunggu dulu”
“knp?”
“tuh.. kue nya dianngurin, buka gih, tiup lilin terus make a wish..”
“cupcake strawberry kesukaanku.. Yeiy!!”
“haha sini aku pasang lilinnya”
Jesssica pun meniup lilin lalu matanya terpejam, membisikan harapann dalam diam..
“hehe udah.. yuk kita makan kuenya.. cepet-cepet”
Tak sabar Jessi memotong cupcake itu namun Alex tiba-tiba berteriak.
“liat itu itu!”
“hah? apa?
“itu ada sesuatu, ambil coba”
Ada kilau di dalam cupcake itu..
Cincin cantik diantara coklat yang pahit namun manis. Cincin yang nampaknya semungil jari manis Jessi.
“Lexi.. ini..”
“sst.. kali ini kamu yang dengerin aku.. will you marry me Jessica Lunarra?”
(don’t worry guys.. she said it Hell yes!)

 *Case Closed*




Tidak ada komentar:

Posting Komentar