MODEL NEXT
DOOR
Leila terkapar di sofa..
Tak pernah terbayangkan hidupnya akan menjadi senomaden ini, casting, photoshoot, runaway, gym. Terlebih saat
kini kamar apartemen seberang itu tak lagi kosong..
Belum genap 5 menit ia melepas jengah, Handphone-nya mengeong. Ogah-ogahan ia membuka sms yang masuk, ia tau
managernya yang galak itu akan mengirimi jadwal kerja-nya untuk 1 minggu ke depan.
Peringatan agar Leila tidak hanyut dalam suasana off duty-nya.
Sial, lama-lama aku bakal mati beneran kalo gini terus ini..
Tanpa buang waktu Leila segera menyeret dirinya ke kamar, ia harus
bersiap-siap untuk memanfaatkan libur malam minggu yang langka dengan kencan
spesial. Ia bertekad merapikan mukanya yang kusut. Tentu model sepertinya tak
boleh tampil kacau terutama saat kencan.
15 menit kemudian Leila siap. Wajah mulus tanpa celanya telanjang
tanpa lapisan make-up sarat warna, dibayangi geraian rambut bunglonnya yang kali ini berwarna platinum blonde. Rambut bunglon sudah jadi bagian dari kehidupan seorang model, seolah bergradasi, dari semburat coklat, lalu memirang lalu semakin terang hingga platinum sampai pink pun pernah dijajalnya. Alisnya tak luput unjuk gaya, tampak menghilang tanpa pensil alis akibat bleaching yang baru ia lakoni. Raut mukanya terlihat begitu lugu, gadis 21 tahun namun masih terlihat begitu kekanakan. Ia mengganti baju
stylish-nya dengan kostum balerina. Baju ketat itu membalut tubuh langsingnya dengan
sempurna, menegaskan struktur tulang yang mengagumkan serta siluet tubuh serupa
manekin.
Ia menuju ke salah satu kamar kosong yang telah ia sulap menjadi
studio tari kecil baru-baru ini. Pemanasan
membosankan tanpa iringan musik Leila lakukan dalam sekejap. Kaki panjang itu
memang tak selincah dulu, kini kaki jenjang itu lebih akrab dengan heels,
sepatu balet sudah asing bagi jemari kakinya. Leila lalu tertegun memandangi
kaca studio, alih-alih melatih koreografi tarian, matanya yang tajam malah
mencari pantulan sesosok pria, teman kencannya, penghuni
kamar apartement seberang..
Kemana sih
dia.. udah jam setengah 7 juga.. kok belum muncul sih, huft..
1 bulan lalu kamar apartemen seberang kembali berpenghuni. Dia
adalalah sesosok pria tinggi nan tampan, yang diberkahi sepasang mata menghanyutkan
berbingkaikan alis lebat yang cocok betul dengan rahang kuat dan dagu lancipnya, bahunya
yang bidang mengundang untuk bersandar.
Dua minggu lalu Leila memergoki bibir menggemaskan pria itu
melantunkan lirik puitis lagu-lagu merdu. Tangannya lincah memetik dawai gitar,
angin malam memainkan rambutnya yang seringan bulu. Sosok di balkon itu
menjelma menjadi Romeo yang menanti Juliet. Rupanya ia seorang pemusik, Leila
jatuh hati, tersihir sinaran pesona, ia ingin selamanya mematung disana,
tenggelam dalam fantasi, apa daya sang manajer menyeretnya kembali ke dunia nyata
dimana satu-satunya yang bersinar terang adalah blitz kamera.
Leila berharap ia gadis
biasa bukan model dengan jadwal yang berjubelan. Ia rindu hari-harinya sebagai
mahasiswa biasa dengan waktu luang yang berkecukupan. Dengan begitu ia bisa
berada disana dimanapun pemusik itu memainkan nada.
mungkin dia
lagi asik manggung kali ya sekarang.. terus ngapain juga aku nungguin dia coab
ah konyol kamu Leila..
Leila meratapi kencan malam minggunya yang gagal, ia bersandar
di palang latihan, kaki jenjangnya ia ayun-ayunkan dengan liar namun keseimbangannya berkhianat. Gludak! Leila jatuh, dengan tidak anggun sama
sekali. Kikuk sudah menjadi ciri khas baginya. Tiba-tiba ada tawa yang
merayakan kesialannya. Pemusik itu disana. Tertawa geli. “Hai, yang disana.. butuh
bantuan?” teriak pria dari balkon seberang.
Leila memalingkan muka, pipinya semerah apel, buru-buru ia
berdiri memperbaiki imej-nya. “Emm.. aku gak papa kok, tapi makasih..” balas
Leila. Pemusik itu menaikkan sebelah alisnya.
Tuhan kenapa
semua orang bisa naik-in alis segampang itu sih?? Ajaib banget kalo cuma aku doang yang gak
bisa, ini sungguh gak adil.. terus ngapain sih dia menggoda banget gitu! Selamatin
aku Tuhan..
“Jadi kamu balerina?”
“Emm.. yah tadi aku sedang mencoba menari lagi.. tapi sepertinya ini
bukan hariku..”
“Haha aku juga baru mengganti senar gitarku yang putus, betapa
sialnya kita.. omong-omong aku Will..”
Ohh..
pantes aja tadi dia telat.. aahh namanya pun ala-ala pangeran.. romanstis..
“Hi will, aku Leila.. jadi
kamu pemusik gitu Will?”
“Gak juga aku cuma suka aja musik, hobi gitu, aku model..”
Pantas dia
indah banget buat diliat!
Bibir Leila merekah.. gigi kelincinya yang renggang mengintip
dari balik senyum jenakanya.
“Model? Wow..”
Will kembali menaikkan sebelah alisnya.. “Ada yang salah dengan
model?”
“Haha.. gak gitu cuma aku tau dikit lah tentang modelling..”
Read : AKU TAU BANYAK!
“Oh ya..?”
“Emm.. hehe soalnya aku model juga..”
“Serius?? Pantesan tiap hari tepar mulu..”
“Loh? Tau dari mana? Aaaaa.. jangan bilang.. kamu suka liatin aku
dari situ..”
“Hahaha emang yang bisa penasaran ama tetangga seberang kamar kamu
doang apa.. aku juga boleh penasaran dong..”
Guys aku
gak salah denger kan ini?? Aaaaaa... Will gak usah nyengir gitu ntar aku lumeerrrrr..
“Errr.. bentar Will, aku ngumpet dulu ya, gimana?”
“Hahaha jangan lama-lama ntar aku kangen”
Aaaaaa.... >_<
-----
Tema challengge dari Kampus Fiksi kali ini #deskripsifisik
jadi kurang lebihnya kita ditantang buat bikin cerpen dengan tokoh yang #deskripsifisik nya sesuai dengan artis asli yang kita pilih. Nah tokoh Leila dan Will di cerpen diatas juga aku ambil dari artis yang aku idolakan.
Untuk Leila aku ambil dari Leila Goldkuhl, model 21 tahun jebolan ANTM cycle 19, ini nih fotonya..
<<< No make up flawless skin, check!
Platinum blonde hair, check!
Transparant eyebrows, check!

<<< Unadorned childish face, check!
Bunglon hair and colorful make up while on duty, check!
Skinny body and amazing bone structure, check!
<<< Perfect manekin, check!
<<< Addicted in heels, check!
Long long legs, check!
Stylish ballerina, check!
Sneaking into a mirror habit check!
Sharp eyes, check!
Love to swinging her legs, check!
Clumsy girl, check!
Too bad she fallen at her final runaways for ANTM cycle 19 :'(
Blushing cheeks, check!
My favorite part
slightly parted lips with those GAP tooth, CHECK!!!!!
LOVE IT
Oke sekarang giliran tokoh cowoknya, aku ambil dari Doughlas Booth
ini dia fotonya..
Pria 21 tahun dengan tinggi 185 cm
Dan tampan dan matanya menghanyutkan dibingkai alis nan tebal..
Rahang kokoh.. dagu yang lancip..
Bahu bidang yang mengundang untuk bersandar..
Bibir yang menggemaskan..
Melantunkan lagu merdu.. tangannya memetik dawai gitar di balkon itu..
Rambutnya yang seringan bulu..
Menjelma menjadi sosok seorang romeo..
(dan foto ini berasal dari adegan film romeo and juliet!)
Pemusik? bisa jadi..
Manggung asik? yaaaa!
.jpg)
Caranya tertawa.. dan senyum itu..
Dan memainkan alisnya..
Pangeran dari negeri dongeng..
.jpg)
.jpg)
Pro model? TENTU!!!
Cengiran itu? kyaaaaa!!!
Hahaha maaf nyampah foto tapi cantik dan cakep kan? lumayan pemandangan hihihi..
Pokoknya aku suka banget ama dua model ini jadi aku pikir kalo mereka jatuh cinta lalu pacaran pasti bakalan seru, kyaaaa!!!
Setuju???